Minggu, 06 Desember 2020

PUNCAK ACARA HAUL


 

MENGUATKAN UKHUWAH DAN MENJAGA TRADISI ASWAJA DALAM HAUL PEJUANG PERINTIS YAYASAN SUNNIYYAH SELO




MENGUATKAN UKHUWAH DAN MENJAGA TRADISI ASWAJA DALAM HAUL PEJUANG PERINTIS YAYASAN SUNNIYYAH SELO

Oleh Ahmad Sifaus Sarif, S.Pd*

Haul perintis pejuang Yayasan Sunniyyah Selo yang berlangsung selama enam hari mulai hari sabtu (24/10/2020) sampai dengan kamis (29/10/2020) diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti lomba olahraga, khataman Al quran (binnadzor bil ghaib), ziarah makam perintis, bakti sosial dan ditutup dengan pengajian umum.

Ada beberapa poin penting dalam kegiatan tersebut yang bisa digarisbawahi sebagai bahan “renungan” dan “motivasi” bagi seluruh warga atau civitas akademika institusi yayasan untuk bisa menguatkan ukhuwah dan menjaga tradisi asawaja. Yang pertama yaitu dalam kegiatan lomba-lomba olah raga yang telah mempertemukan sebagian besar guru dan karyawan satu lembaga dengan lembaga yang lain. Mereka saling “bertarung” membawa dan mewakili lembaga sendiri maupun atas nama lembaga lain (karena ada lembaga yang personilnya terbatas), hal tersebut membawa dampak yang sangat positif disamping dampak kesehatan juga berdampak pada sisi sosial institusi yayasan, tatkala pada kesehariannya mereka disibukkan dengan jadwal kegiatan belajar mengajar pada lembaga masing-masing maka pada kesempatan tersebut mereka bisa saling berinteraksi, sapa menyapa dan mensupport satu sama lainnya dan bahkan sebagai ajang perkenalan satu dengan yang lainnya.

Kita sering mendengar kata pepatah “tak kenal maka tak sayang” memang benar adanya. Dalam suatu lembaga agar menjadi kuat maka langkah pertama harus saling mengenal terlebih dahulu kemudian dilanjutkan pada tahap penyamaan visi misi dan pada akhirnya tercapailah tujuan bersama. Sungguh ironis atau mungkin “tragis” bilamana dalam satu wadah institusi tidak mengetahui saudaranya sendiri atau tidak saling mengenal, maka tepatlah bilamana kegiatan ini dilaksanakan demi kemajuan Yayasan Sunniyyah selo. Sebagai gambaran hasil kegiatan lomba olah raga bisa dikatakan telah berhasil dan sukses pada pelaksanaanya hal ini terbukti dari antusias dan semangat para peserta yang bisa dikatakan 95% semua ikut berpartisipasi dan yang lebih mengejutkan lagi (lebih pasnya menggembirakan) yaitu kepala lembaga dan guru “sepuh” pun juga terjun ke lapangan tak terkecuali ketua yayasan Sunniyyah sendiri.

Yang kedua yakni pada kegiatan khataman Al quran dan ziarah makam, tradisi ini memang sudah menjadi kegiatan rutin tahunan atau haul yayasan atau lebih tepatnya tradisi ahlussunnah wal jama’ah. Dalam kegiatan khataman binnadzor dan bil ghaib setidaknya atau lebih tepatnya berharap agar diberi kemudahan dan kelancaran serta kemanfaatan ilmu yang didapat oleh siswa siswi madrasah Sunniyyah tak terkecuali dengan segala urusan para guru dan karyawan, diyakini pula oleh civitas akademika bahwa majlis atau tempat yang dibacakan Al Quran maka akan bersinar serta membawa kebaikan dan keberkahan bagi para penghuninya.

Hal yang sama pada kegiatan ziarah makam pendiri, Bagi faham ahlussunnah wal jama’ah pada hakikatnya seseorang yang telah meninggal tidaklah meninggal yang sebenarnya melainkan mereka masih hidup tetapi hanya berbeda alam. Mereka masih bisa “berinteraksi” dengan makhluq yang masih hidup, maka dari itu para guru dan karyawan Sunniyyah berkeyakinan bahwa dengan berziarah ke makam para pendiri yang notabenenya mereka orang-orang sholih yang dekat dengan Allah swt bisa sebagai sarana “berinteraksi” mengingatkan kembali akan jasa-jasa mereka serta berdoa semoga bisa meneruskan perjuangan-perjuangan mereka.

Sedikit mengulas kisah teladan para pendiri yayasan Sunniyyah yang saya dapatkan dari berbagai sumber, bahwasannya mereka terkenal orang-orang yang dermawan dan ikhlas. Hal ini dibuktikan dengan eksistensinya madrasah Sunniyyah hingga sekarang. Mereka memfasilitasi para murid yang ingin belajar dengan memberikan kitab untuk dipelajari, mewakafkan sebagian tanahnya untuk madrasah, rela meninggalkan “kejayaan bisnis usaha” demi fokus terhadap madrasah dan masih banyak lagi yang lainnya. Mereka “bekerja” kepada Allah li I’laai kalimaatillah /menegakkan agama Allah swt dengan berkhidmat mendidik anak-anak. Hal-hal semacam inilah yang sepatutnya bisa kita tiru paling tidak bisa menjadi motivasi kita dalam mendidik anak bangsa serta ikut dalam menegakkan agama Allah swt.

Haul Yayasan Sunniyyah Selo Dimasa Pandemi

 HAUL PENDIRI PEJUANG YAYASAN SUNNIYYAH SELO DI TENGAH PANDEMI

Oleh Ahmad Sifaus Sarif, S.Pd

Grobogan- Dalam rangka memperingati para pendiri dan pejuang Yayasan Sunniyyah selo, segenap civitas akademika lembaga-lembaga dalam naungan Yayasan Sunniyyah Selo mengadakan kegiatan rutinan tahunan (haul). Acara dilaksanakan mulai sabtu (24/10/2020) sampai dengan kamis (29/10/2020) dengan berbagai kegiatan diantaranya lomba olah raga, khataman Al Quran bil ghaib dan binnadzor, ziarah makam perintis dan pejuang, bakti sosial dan terahir ditutup dengan pengajian umum dan maulidurrosul.

Acara pada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya melibatkan seluruh siswa, tahun ini hanya sebatas melibatkan guru dan karyawan saja dikarenakan pandemic covid-19 yang masih belum selesai.

Kegiatan haul secara resmi dibuka pada sabtu (24/10/2020) pada pukul 07.15 di halaman gedung madrasah aliyah oleh KH Imron Hasani selaku ketua Yayasan Sunniyyah Selo dan dihadiri pula oleh segenap guru dan karayawan lembaga dalam naungan Yayasana Sunniyyah Selo, dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa haul yayasan sunniyyah ini adalah sebagai rasa syukur kepada Allah swt dan ta’dzim kepada para pendiri dan pejuang dengan mengingat jasa dan meneruskan perjuangan mereka.

Rangkaian acara haul yang pertama yakni dibuka dengan kegiatan lomba-lomba olah raga seperti lomba bola volli, badminton, tennis meja dan catur yang mempertemukan semua guru dan karyawan lembaga diantaranya RA, MI, MTs Putera, MTs Puteri, MA, STISS, Madin Ula, Madin Wustho ‘Ulya. Dalam kesempatan itu beliau yang juga pengasuh pondok pesantren Al Hidayah mengatakan bahwa “kegiatan lomba olah raga hanyalah sarana silaturahim guru dan karyawan dan bukan ajang untuk menang dan kalah, menang dan kalah adalah sama”. Hal senada juga disampaikan oleh ketua panitia yaitu KH Komaidi, “lomba ini hanyalah sebagai ajang pertemuan guru dan karyawan lembaga, bukan mencari kemenangan semata”.

Pada kegiatan lomba dihari pertama, sabtu (24/10/2020) yaitu lomba bola volli putri yang diselenggarakan di halaman madrasah Aliyah dan tennis meja putra yang dilaksanakan di gedung MTs Putera, dalam kegiatan tersebut terlihat antusias para peserta begitu besar sekali, mereka bermain dengan penuh kegembiraan dan tawa walaupun sebenarnya para pemain tidak bisa sama sekali, hal ini terlihat dalam perlombaan bola volli, seperti servis yang tidak sampai dan bahkan tidak tepat sasaran yang menimbulkan riuh tawa dari pemain itu sendiri dan penonton.

Pada kegiatan lomba ini juga memberikan dampak positif dari beberapa personil yaitu dampak seperti kembali muda lagi, hal ini terlihat dari permainan tennis meja yang mana dari beberapa lembaga diwakili oleh peserta yang berusia “sepuh”, tetapi tidak kalah enerjik dengan peserta yang masih muda. Hal ini juga memberikan pengalaman yang tak terlupakan kepada para peserta lainnya karena juga menyuguhkan pertandingan antara guru dan murid, rasa “ewuh pakewuh” dan “rasa ta’dzim” masih terlihat kental dalam permainan tersebut, hal ini terlihat dari sang murid yang tidak memberikan perlawanan yang banyak menguras tenaga sang guru, “aku ewuh untuk mensmash (sambil tersenyum)” kata salah seorang peserta. Dibalik imbas dari kegiatan perlombaan olah raga antar lembaga yakni bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan imun kita agar kebal dan terhindar dari wabah virus corona yang hingga kini belum usai. Ass